
Emak Nemi umur 74 tahun adalah lansia pejuang hidup yang bekerja sebagai penjual daun pisang disebuah pasar.
Emak Nemi harus berjuang seorang diri karena suaminya sudah lama meninggal, anak-anaknya pun dalam kondisi yang sama dan tidak bisa membantu banyak.
Untuk bisa bertahan hidup Emak setiap malam berjualan di pasar dengan menjual daun pisang sampai larut malam.
Kadang jika habis Emak hanya dapat 50 ribu rupiah saja, belum dipotong ongkos ojek pulang pergi 30 ribu dan sisanya yang Emak dapat hanya 20 ribu rupiah saja.
Kadang sampai larut malam daun pisangnya belum ada satupun pembeli hingga Emak duduk berjam-jam sambil menahan kantuk dan lapar.
Bahkan jika lapar Emak cuma bisa meminum air putih saja untuk mengganjal perut, karena belum ada uang untuk membeli makan.
Emak sering merasa sedih diusia yang seharusnya istirahat, tapi Emak masih tetap harus bekerja apalagi d saat penjual lain ramai Emak cuma bisa melamun sedih.
Ditambah kondisi Emak yang sudah banyak keterbatasan, jalan pun sudah tertatih mata sudah mulai rabun, bahkan pendengaran sudah tidak normal lagi.
Sungguh sulit dan beratnya kondisi dan keadaan emak saat ini, sahabat yuk kita bantu ringankan kehidupan emak dimasa tua dan sulitnya saat ini.
1. KLIK DONASI SEKARANG
2. Masukkan nominal donasi3. Pilih metode pembayaran (QRIS/BSI/BRI)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail dan instruksi donasi
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya dan operasional Yayasan Kawalan Kebaikan Al-Barkah.
![]()
Menanti doa-doa orang baik