ImagePERJUANGAN SEORANG KULI CUCI DENGAN UPAH 30.000 HA...
Image

PERJUANGAN SEORANG KULI CUCI DENGAN UPAH 30.000 HARUS MENGURUS SUAMI YANG SAKIT

Rp 0 dan masih terus dikumpulkan
0 Donatur ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

 

Bapak Nurdin, usia 56 tahun, merupakan penyintas disabilitas yang saat ini juga tengah mengalami sakit stroke. Sementara itu, sang istri, Ibu Enok (49 tahun), bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang sangat minim.

 

Pasca diamputasi akibat gigitan ular saat bekerja di kebun, Bapak Nurdin harus menerima kenyataan pahit karena lambatnya penanganan yang mengharuskan kakinya diamputasi.

 

Sudah tiga tahun lamanya Bapak Nurdin tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Kini, kondisinya semakin memburuk akibat stroke yang membuatnya semakin sulit bergerak dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

 

Karena Pak Nurdin sudah tidak bisa bekerja, akhirnya Ibu Enok harus berjuang seorang diri demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

 

Mereka memiliki satu orang anak yang baru saja lulus sekolah dan belum bekerja. Sehari-hari, Ibu Enok bekerja sebagai buruh cuci dengan upah sekitar tiga puluh ribu rupiah, itupun tidak setiap hari.

 

Dengan penghasilan yang pas-pasan, mereka bahkan sering tidak mampu membeli beras untuk makan karena keterbatasan biaya.

 

Saat ini, Pak Nurdin juga harus menggunakan pampers karena sudah tidak bisa beraktivitas dan hanya bisa buang air di tempat tidur.

 

Sebelum berangkat bekerja, Ibu Enok terlebih dahulu mengurus suaminya dengan memberikan makan dan minum. 

 

Namun, kondisi Pak Nurdin kini semakin memprihatinkan karena sudah tidak bisa mengonsumsi nasi dan hanya mampu makan makanan seperti bubur atau sereal bayi.

Sepulang bekerja, Ibu Enok kembali merawat suaminya dengan memandikan serta mengganti pakaiannya.

 

Ibu Enok merasa sangat sedih melihat kondisi suaminya yang sakit, ditambah dengan keadaan ekonomi yang serba kekurangan. Ia harus menjalani semua ini seorang diri.

 

Kondisi rumah mereka pun sangat sederhana. Bahkan, mereka tidak memiliki kasur untuk tidur dan hanya beralaskan karpet yang sudah usang.

 

Sungguh sulit dan beratnya kondisi dan keadaan Bapak Nurdin dan Ibu Enok saat ini, sahabat yuk kita bantu ringankan kehidupan beliau dimasa sulitnya saat ini.

1. KLIK DONASI SEKARANG

2. Masukkan nominal donasi3. Pilih metode pembayaran (QRIS/BSI/BRI)

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail dan instruksi donasi

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.

Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya dan operasional Yayasan Kawalan Kebaikan Al-Barkah.

 




 

Baca selengkapnya ▾

  • May, 3 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close