
Di usianya yang tak lagi muda, Abah Naman harus bertarung dengan kerasnya jalanan setiap hari.
Di atas sepeda tuanya, ia mengayuh harapan demi menyambung hidup, menjajakan manisan yang kian hari kian sepi pembeli.
Jarak puluhan kilometer ia tempuh dari pagi hingga sore, namun peluh keringatnya sering kali hanya menghasilkan dua puluh ribu rupiah saja sehari.
Demi menutupi kekurangan, Abah rela membungkuk memungut rongsokan di sepanjang jalan pulang yang kemudian ia kumpulkan di rumah untuk di jual.
Kejamnya jalanan tak hanya menyisakan sepi, tapi juga luka fisik saat ia menjadi korban tabrak lari yang tak bertanggung jawab. Belum lagi pilu di hati ketika dagangannya diutang tanpa pernah dibayar.
Abah menangis dalam diam melihat nasibnya, namun menyerah bukanlah pilihan. Di atas rasa sakit dan lelahnya, Abah terpaksa terus mengayuh, karena rasa lapar tak pernah bisa menunggu.
Sungguh sulit dan beratnya kondisi dan keadaan Emak Tayem saat ini, sahabat yuk kita bantu ringankan kehidupan beliau dimasa tua dan sulitnya saat ini.
1. KLIK DONASI SEKARANG
2. Masukkan nominal donasi3. Pilih metode pembayaran (QRIS/BSI/BRI)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail dan instruksi donasi
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya dan operasional Yayasan Kawalan Kebaikan Al-Barkah.
![]()
Menanti doa-doa orang baik